Komunikasi Pemasaran Terpadu

Komunikasi Pemasaran Terpadu (The Marketing Communications Mix)

Dalam dunia pemasaran, iklan merupakan unsur utama dalam program komunikasi pemasaran (marketing communications program), namun bukan satu-satunya dan bukan yang paling penting  untuk membangun ekuitas merek. Namun ada unsur-unsur lainya yang digunakan secara terpadu untuk memperoleh hasil yang maksimal, paduan unsur-unsur tersebut dinamakan promosi atau yang sekarang ini lebih dikenal dengan istilah komunikasi pemasaran terpadu (marketing communications mix).

Menurut Kothler (2006:536) komunikasi pemasaran terpadu terdiri dari enam modus utama komunikasi yaitu:

  1. Periklan (Advertising) – Setiap bentuk presentasi nonpersonal yang dibayar dan promosi ide, barang, atau jasa oleh sponsor yang teridentifikasi. Contoh: Iklan cetak dan broadcast
    Kemasanluar, kemasan sisipan
    dll
  2. Promosi penjualan (Sales promotion) – Berbagai insentif jangka pendek untuk mendorong uji coba atau pembelian produk atau jasa. Contoh: Kontes, permainan, undian dll
  3. Acara khusus (Events and experiences) – kegiatan dan program Perusahaan yang disponsori dirancang untuk menciptakan yang berhubungan dengan interaksi merek secara harian atau khusus. Contoh:  Entertainment, Festival dll
  4. Hubungan masyarakat dan publisitas (public relations and publicity) -Berbagai program yang dirancang untuk mempromosikan atau melindungi citra perusahaan atau produk individualnya. Contoh: Seminar, Annual reports dll
  5. Pemasaran langsung (Direct marketing)- Penggunaan mail, telepon, fax, e-mail, atau Internet untuk berkomunikasi secara langsung dengan atau meminta respon atau dialog dari pelanggan tertentu dan prospek. Contoh: laporan tahunan, pameran dan perdagangan dll
  6. Penjualan personal (Personal selling) – Interaksi dengan satu atau lebih calon pembeli untuk tujuan membuat presentasi, menjawab pertanyaan, dan pengadaan pesanan. Contoh: telemarketing dll…

Kothler, Philip, Marketing management. New Jersey: Pearson Education, 2006

Selengkapnya dapat dibaca disini

Animasi · Berpikir Kreatif · Ilmu Desain Komunikasi Visual · Uncategorized

Teknik Bercerita dalam Film Animasi untuk Anak

biru
i like cat

Sebelum memproduksi film animasi, kita harus memahami terlebih dahulu tentang cerita apa yang hendak disampaikan, tentu saja disesuaikan dengan karakteristik anak-anak usia dini.

Agar dapat bercerita dengan tepat, animator harus mempertimbangkan materi ceritanya. Pemilihan cerita antara lain ditentukan oleh :

1. Pemilihan Tema dan judul yang tepat

Bagaimana cara memilih tema cerita yang tepat berdasarkan usia anak? Seorang pakar psikologi pendidikan bernama Charles Buhler mengatakan bahwa anak hidup dalam alam
khayal. Anak-anak menyukai hal-hal yang fantastis, aneh, yang membuat imajinasinya “menari-nari”.

Bagi anak-anak, hal-hal yang menarik, berbeda pada setiap tingkat usia;

  • Pada usia 4 tahun, anak menyukai dongeng fabel dan horor, seperti: Si wortel, Tomat yang Hebat, Anak ayam yang Manja, kambing Gunung dan Kambing Gibas, anak nakal tersesat di hutan rimba, cerita nenek sihir, orang jahat, raksasa yang menyeramkan dan sebagainya.
  • Pada usia 4-8 tahun, anak-anak menyukai dongeng jenaka, tokoh pahlawan/hero dan kisah tentang kecerdikan, seperti; Perjalanan ke planet Biru, Robot pintar, Anak yang rakus dan sebagainya
  • Pada usia 8-12 tahun, anak-anak menyukai dongeng petualangan fantastis rasional (sage), seperti: Persahabatan si Pintar dan si Pikun, Karni Juara menyanyi dan sebagainya

2.  Waktu Penyajian

Dengan mempertimbangkan daya pikir, kemampuan bahasa, rentang konsentrasi dan daya tangkap anak, maka para ahli dongeng menyimpulkan sebagai berikut;

  • Usia 4 tahun, waktu cerita hingga 7 menit
  • Usia 4-8 tahun, waktu cerita hingga 10 -15 menit
  • Usia 8-12 tahun, waktu cerita hingga 25 menit
  • Namun tidak menutup kemungkinan waktu bercerita menjadi lebih panjang, apabila tingkat konsentrasi dan daya tangkap anak dirangsang oleh penampilan animasi yang sangat baik, atraktif, komunikatif dan humoris.

3. Suasana (situasi dan kondisi)

Suasana disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan disampaikan, setiap pelajaran yang berbeda maka akan berbeda jenis dan materi ceritanya.
Animator dituntut untuk memperkaya diri dengan materi cerita yang disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan disampaikan.
Setiap satu materi cerita disesuaikan dengan satu mata pelajaran yang akan disampaikan, bukan satu atau beberapa cerita untuk semua mata pelajaran.

Seorang animator harus pandai-pandai mengembangkan berbagai unsur penyajian cerita sehingga terjadi harmoni yang tepat. Secara garis besar unsur-unsur penyajian cerita yang harus dikombinasikan secara proporsional adalah sebagai berikut :

  1. Narasi
  2. Dialog
  3. Ekspresi (terutama mimik muka)
  4. Visualisasi gerak/Peragaan (acting)
  5. Ilustrasi suara, baik suara lazim maupun suara tak lazim
  6. Media/alat peraga
  7. Teknis ilustrasi lainnya, misalnya lagu, permainan, musik, dan sebagainya.
Grafika · Ilmu Desain Komunikasi Visual

FILE PREPARATION CHECKLIST

Apakah desain final /final artwork (FA)? Final artwork (FA) adalah istilah untuk file-file desain akhir siap untuk mencetak. Ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam penyusunan karya seni akhir. Poin ini sangat penting untuk menghindari kesalahan pada saat pencetakan yang dapat berdampak pada hasil produksi yang buruk. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk… Continue reading FILE PREPARATION CHECKLIST

Beri peringkat:

Animasi

PRINSIP-PRINSIP ANIMASI

12 Principles of Animation 12 prinsip dasar animasi pertama kali diperkenalkan oleh animator kawakan dari Walt Disney Studios, yaitu Frank Thomas dan Ollie Johnston, sekitar tahun 1930 yang ditulis dalam bukunya berjudul “ The Illussion of Life ”. Mereka pada waktu itu masih muda dan mempunyai semangat untuk meneliti dan mengembangkan bentuk seni baru. Prinsip… Continue reading PRINSIP-PRINSIP ANIMASI

Beri peringkat:

Animasi

Anak-anak Tak Menyukai Adegan Kekerasan dalam Film Kartun

Bloomington, Indiana, Secara naluriah anak-anak akan memilih dan menyukai tontonan yang dianggapnya paling menghibur. Film kartun yang menampilkan adegan baku hantam atau saling pukul kurang diminati anak-anak, meski kadang dianggap lucu oleh orang dewasa. Fakta mengejutkan ini terungkap dalam penelitian Andrew J Weaver, seorang profesor komunikasi dari Indiana University. Penelitian yang melibatkan 128 anak dengan… Continue reading Anak-anak Tak Menyukai Adegan Kekerasan dalam Film Kartun

Beri peringkat:

Animasi

Identitas Merek

Sebuah merek dapat dikenali dengan dua cara, yaitu
melalui identitas dan citranya. Identitas merek (brand identity)
dibangun secara terencana dan terarah dari dirinya sendiri
untuk mendapatkan citra positif di benak masyarakat. Menurut
Aaker, manajemen merek dimulai dengan mengembangkan
identitas merek, yang merupakan seperangkat unik asosiasi
merek yang mewakili merek dan menawarkan kepada calon
pelanggan suatu citra merek. Aaker (1996:78) memandang
Identitas merek sebagai: (1) Produk, (2) Organisasasi, (3)
Pribadi, dan (4) simbol

www.anazdesign.com/dokumen

Animasi

Pengertian Pemasaran

Manusia melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan penghasilan dari berbagai bidang usaha guna mencukupi berbagai kebutuhan pribadi maupun sosial yang begitu beragam. Semua usaha manusia dalam mecukupi kebutuhannya tersebut berkaitan dengan kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi. Manusia kemudian mengubah kebutuhan pribadi atau sosial menjadi peluang bisnis yang menguntungkan melalui kegiatan pemasaran. Kothler (202:4), mendefinisikan pemasaran sebagai suatu proses sosial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, menawarkan, dan bertukar produk dan jasa dari nilai bebas dengan orang lain. Sedangkan secara kelembagaan, American Marketing Association (AMA) mendefinisikan pemasaran sebagai aktivitas, mengatur lembaga, dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan bertukar penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat pada umumnya.

Kegiatan pemasaran tidak hanya sekedar menjual produk, namun juga melibatkan pengelolaan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pemasaran juga membutuhkan komunikasi untuk menyebarkan informasi yang membantu pelanggan menentukan apakah produk tersebut akan  memenuhi kebutuhan mereka atau tidak

Berpikir Kreatif · Komunikasi · Komunikasi Pemasaran Terpadu · Periklanan

Jenis-Jenis Iklan Berdasarkan Tujuanya

Setiap iklan dipersiapkan untuk tujuan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan, baik yang berkaitan dengan produk maupun institusi tertentu. Dalam menentukan tujuan periklanan ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu: Membuat tujuan periklanan yang dinyatakan dalam bentuk kongkrit dan terukur, menentukan target audiens/pemirsa, Menentukan tolak ukur dan tingkat perubahan, dan menentukan jangka waktu untuk mencapai tujuan (Belch, 2004:206)

Menurut Pride dan Ferrell (2009: 432-433), berdasarkan tujuanya  iklan produk (Product Advertising) terdiri dari empat macam, yaitu:

  • Iklan perintis (pioneer advertising), merupakan iklan yang tujuanya untuk merangsang permintaan produk (bukan merek tertentu) dengan menginformasikan pelanggan potensial tentang fitur, kegunaan, dan manfaat produk, jenis iklan ini digunakan bila produk berada dalam tahap perkenalan produk. Misalnya adalah iklan Fruit Tea yang mengiklankan bentuk kemasan barunya.
  • Iklan kompetitif (competitive advertising) atau iklan persuasif, merupakan iklan yang tujuannya untuk mendorong permintaan terhadap merek tertentu dengan mempromosikan fitur merek, penggunaan, keuntungan, dan untuk membuat perbandingan produk secara langsung maupun tidak langsung. Contoh iklan persaingan yang cukup menarik adalah iklan merek Pepsi, Pepsi dan Coca-Cola merupakan dua minuman soda yang bersaing cukup ketat. Kedua merek tersebut sering menampilkan iklan persaingan secara vulgar di Amerika.
  • Iklan pengingat (reminder advertising), merupakan iklan yang tujuanya untuk memberitahu pelanggan tentang keberadaan merek tertentu yang masih berada di sekitar nya dan masih menawarkan karakteristik, penggunaan, dan keuntungan tertentu.
  • Iklan penguatan (reinforcement advertising), merupakan iklan yang tujuanya untuk menjamin pengguna saat ini, bahwa mereka telah memilih merek yang tepat dan memberitahu mereka bagaimana mendapatkan kepuasan maksimal dari merek tersebut.
Reverensi

- E Belch, George dan A Belch, Michael, Advertising And Promotion: An Integrated Marketing Communication Perspective. New York: McGraw-Hill, 2004 
- M. Pride, William, O. C. Ferrell, Foundations Of Marketing. Boston: Houghton Mifflin Company, 2009.

Untuk lebih jelasnya silakan lihat video berikut ini

Berpikir Kreatif · Komunikasi Pemasaran Terpadu · Kreatifitas

5W1H ANALYSIS

Kipling Questions being one of the good problem solvers analysis, which involves thinking investigation. Questions were discovered by Rudyard Kipling in the form of six questions that also referred as analysis (5W + 1H), which consists of several questions as follows:

What?
Who?
Where?
hen?
Why?
How?

Six of these questions can help solve a problem and spark ideas. But sometimes people use or interpret the questions incorrectly, so that the analysis carried out will be not optimal.

The correct applications of six Kipling’s questions is like in this example:

What is the problem?
Who is the audience?
Where these problems occur?
When did this problem occur?
Why does this problem occur?
As well as How can you solve this problem?

With the right questions, the applications will result in a complete analysis of the issues so that the solution will be achieved precisely and efficiently.

Analisis · Animasi · Berpikir Kreatif · Estetika · Ilmu Desain Komunikasi Visual · Jurnal dan Reverensi · Komunikasi · Komunikasi Pemasaran Terpadu

Mengalisis Iklan Televisi Menggunakan Estetika Media Terapan

Berikut ini contoh analisi iklan televisi menggunakan Estetik Media Terapan Herbert Zettl

KAJIAN BENTUK VISUAL IKLAN (STUDI KASUS IKLAN OREO VERSI BAYANGKAN KUBERI OREO SAAT RAMADHAN)

Annas Marzuki Sulaiman

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bentuk visual dalam iklan Oreo versi “Bayangkan Kuberi Oreo Saat Ramadhan” di televisi dengan menggunakan pendekatan Estetika Media Terapan. Dari analisis yang telah dilakukan berdasarkan kontekstual visual iklan yang membagi elemen gambarmenjadi lima elemen yaitu: cahaya dan warna, ruang dua-dimensi, ruang tiga-dimensi, waktu/gerakan, dan suara. Iklan Oreo “Versi Bayangkan Ku Beri Oreo Saat Ramadhan” menggambarkan bahwa Oreo sebagai brand yang sangat akrab dengan konsumen, menghadirkan momen Ramadhan yang istimewa dengan saling berbagi menikmati keajaiban dan membangkitkan kembali jiwa kanak-kanak. Pada akhir iklan terdapat adegan yang menunjukkan bahwa iklan Oreo versi ramadhan bagian dari kampanye iklan global yang sudah ada yaitu “Berbagi Keajaiban”. Selain itu, Iklan Oreo Versi Ramadhan ini merupakan jenis pengingat (reminder advertising), tujuannya untuk memberitahu pelanggan tentang keberadaan merek oreo yang menawarkan karakteristik dan penggunaan yang sama.

Selengkapnya dapat dilihat dan didownload di sini :

http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/andharupa/article/view/1182