Berpikir Kreatif

Antara Berpikir Kreatif dan Berpikir Kritis

Berpikir kritis melibatkan pemikiran logis dan penalaran termasuk keterampilan seperti perbandingan, klasifikasi, pengurutan, penyebab / efek, pola, Jalinan, analogi, penalaran deduktif dan induktif, peramalan, perencanaan, hipotesa, dan mengkritisi.

Berpikir kreatif melibatkan menciptakan sesuatu yang baru atau asli, melibatkan keterampilan fleksibilitas, orisinalitas, kefasihan, elaborasi, brainstorming, modifikasi, citra, pemikiran asosiatif, daftar atribut, berpikir metaforis, serta hubungan yang kuat. Tujuan dari berpikir kreatif adalah untuk merangsang keingintahuan dan mempromosikan perbedaan.

Berpikir kritis dapat dianggap lebih berpikir menggunakan otak kiri sedangkan kreatif lebih banyak menggunakan otak kanan, kedua hal ini terlibat dalam proses “berpikir.” Ketika kita berbicara tentang HOTS “higher-order thinking skills” yaitu “Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi ” kita berkonsentrasi pada tiga tingkat atas Taksonomi Bloom: analisis, sintesis, dan evaluasi.