Animasi

Anak-anak Tak Menyukai Adegan Kekerasan dalam Film Kartun

Bloomington, Indiana, Secara naluriah anak-anak akan memilih dan menyukai tontonan yang dianggapnya paling menghibur. Film kartun yang menampilkan adegan baku hantam atau saling pukul kurang diminati anak-anak, meski kadang dianggap lucu oleh orang dewasa. Fakta mengejutkan ini terungkap dalam penelitian Andrew J Weaver, seorang profesor komunikasi dari Indiana University. Penelitian yang melibatkan 128 anak dengan rentang usia 5-11 tahun ini dipublikasikan di jurnal Media Psychology edisi terbaru.

Dalam penelitian tersebut, ia mendapati bahwa anak-anak baik laki-laki maupun perempuan kurang meminati film kartun yang berisi adegan slaptik atau lelucon kasar meski dikemas agar tampak lucu. Contohnya saling pukul, jatuh lalu tertimpa sesuatu maupun adegan kasar lainnya. Berdasarkan jawaban yang disampaikan melalui kuisioner, tampak bahwa adegan slaptik membuat anak-anak kurang ‘terhubung’ dengan tokoh-tokoh di dalamnya. Tokoh-tokoh yang digambarkan kurang agresif justru lebih membuat anak-anak menikmati jalan cerita dalam film kartun. “Agak mengejutkan memang. Kebanyakan orang mengira anak laki-laki lebih agresif dan suka kekerasan, dengan alasan apapun baik sosial maupun biologis. Nyatanya mereka lebih menikmati film yang tidak ada adegan kekerasan,” ungkap Weafer seperti dikutip dari HealthDay, Senin (30/5/2011).

Bagi Weaver, fakta ini berseberangan dengan kecenderungan para produser film kartun masa kini. Hampir 70 persen film kartun menampilkan adegan slaptik dengan derajat tertentu yang disesuaikan agar tampak lucu dan menghibur di mata anak-anak. Weaver menambahkan, aksi laga dalam film kartun tidak selalu harus ditampilkan dalam bentuk adegan kekerasan. Penggambaran tokoh kartun yang bergerak cepat, tangkas dan cekatan cukup efektif untuk meningkatkan alur cerita dan akan lebih sesuai untuk anak-anak Sumber: http://id.shvoong.com/lifestyle/family-and-relations/2166719-anak-anak-tak-menyukai-adegan/#ixzz1aO3xFlpA