Animasi · Berpikir Kreatif · Ilmu Desain Komunikasi Visual · Uncategorized

Teknik Bercerita dalam Film Animasi untuk Anak

biru
i like cat

Sebelum memproduksi film animasi, kita harus memahami terlebih dahulu tentang cerita apa yang hendak disampaikan, tentu saja disesuaikan dengan karakteristik anak-anak usia dini.

Agar dapat bercerita dengan tepat, animator harus mempertimbangkan materi ceritanya. Pemilihan cerita antara lain ditentukan oleh :

1. Pemilihan Tema dan judul yang tepat

Bagaimana cara memilih tema cerita yang tepat berdasarkan usia anak? Seorang pakar psikologi pendidikan bernama Charles Buhler mengatakan bahwa anak hidup dalam alam
khayal. Anak-anak menyukai hal-hal yang fantastis, aneh, yang membuat imajinasinya “menari-nari”.

Bagi anak-anak, hal-hal yang menarik, berbeda pada setiap tingkat usia;

  • Pada usia 4 tahun, anak menyukai dongeng fabel dan horor, seperti: Si wortel, Tomat yang Hebat, Anak ayam yang Manja, kambing Gunung dan Kambing Gibas, anak nakal tersesat di hutan rimba, cerita nenek sihir, orang jahat, raksasa yang menyeramkan dan sebagainya.
  • Pada usia 4-8 tahun, anak-anak menyukai dongeng jenaka, tokoh pahlawan/hero dan kisah tentang kecerdikan, seperti; Perjalanan ke planet Biru, Robot pintar, Anak yang rakus dan sebagainya
  • Pada usia 8-12 tahun, anak-anak menyukai dongeng petualangan fantastis rasional (sage), seperti: Persahabatan si Pintar dan si Pikun, Karni Juara menyanyi dan sebagainya

2.  Waktu Penyajian

Dengan mempertimbangkan daya pikir, kemampuan bahasa, rentang konsentrasi dan daya tangkap anak, maka para ahli dongeng menyimpulkan sebagai berikut;

  • Usia 4 tahun, waktu cerita hingga 7 menit
  • Usia 4-8 tahun, waktu cerita hingga 10 -15 menit
  • Usia 8-12 tahun, waktu cerita hingga 25 menit
  • Namun tidak menutup kemungkinan waktu bercerita menjadi lebih panjang, apabila tingkat konsentrasi dan daya tangkap anak dirangsang oleh penampilan animasi yang sangat baik, atraktif, komunikatif dan humoris.

3. Suasana (situasi dan kondisi)

Suasana disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan disampaikan, setiap pelajaran yang berbeda maka akan berbeda jenis dan materi ceritanya.
Animator dituntut untuk memperkaya diri dengan materi cerita yang disesuaikan dengan mata pelajaran yang akan disampaikan.
Setiap satu materi cerita disesuaikan dengan satu mata pelajaran yang akan disampaikan, bukan satu atau beberapa cerita untuk semua mata pelajaran.

Seorang animator harus pandai-pandai mengembangkan berbagai unsur penyajian cerita sehingga terjadi harmoni yang tepat. Secara garis besar unsur-unsur penyajian cerita yang harus dikombinasikan secara proporsional adalah sebagai berikut :

  1. Narasi
  2. Dialog
  3. Ekspresi (terutama mimik muka)
  4. Visualisasi gerak/Peragaan (acting)
  5. Ilustrasi suara, baik suara lazim maupun suara tak lazim
  6. Media/alat peraga
  7. Teknis ilustrasi lainnya, misalnya lagu, permainan, musik, dan sebagainya.