Animasi

Identitas Merek

Sebuah merek dapat dikenali dengan dua cara, yaitu
melalui identitas dan citranya. Identitas merek (brand identity)
dibangun secara terencana dan terarah dari dirinya sendiri
untuk mendapatkan citra positif di benak masyarakat. Menurut
Aaker, manajemen merek dimulai dengan mengembangkan
identitas merek, yang merupakan seperangkat unik asosiasi
merek yang mewakili merek dan menawarkan kepada calon
pelanggan suatu citra merek. Aaker (1996:78) memandang
Identitas merek sebagai: (1) Produk, (2) Organisasasi, (3)
Pribadi, dan (4) simbol

www.anazdesign.com/dokumen

Iklan
Animasi

Pengertian Pemasaran

Manusia melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan penghasilan dari berbagai bidang usaha guna mencukupi berbagai kebutuhan pribadi maupun sosial yang begitu beragam. Semua usaha manusia dalam mecukupi kebutuhannya tersebut berkaitan dengan kegiatan ekonomi yang meliputi produksi, distribusi, dan konsumsi. Manusia kemudian mengubah kebutuhan pribadi atau sosial menjadi peluang bisnis yang menguntungkan melalui kegiatan pemasaran. Kothler (202:4), mendefinisikan pemasaran sebagai suatu proses sosial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, menawarkan, dan bertukar produk dan jasa dari nilai bebas dengan orang lain. Sedangkan secara kelembagaan, American Marketing Association (AMA) mendefinisikan pemasaran sebagai aktivitas, mengatur lembaga, dan proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan, dan bertukar penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat pada umumnya.

Kegiatan pemasaran tidak hanya sekedar menjual produk, namun juga melibatkan pengelolaan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Pemasaran juga membutuhkan komunikasi untuk menyebarkan informasi yang membantu pelanggan menentukan apakah produk tersebut akan  memenuhi kebutuhan mereka atau tidak

Berpikir Kreatif · Komunikasi · Komunikasi Pemasaran Terpadu · Periklanan

Jenis-Jenis Iklan Berdasarkan Tujuanya

Setiap iklan dipersiapkan untuk tujuan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan, baik yang berkaitan dengan produk maupun institusi tertentu. Dalam menentukan tujuan periklanan ada beberapa langkah yang harus dilakukan, yaitu: Membuat tujuan periklanan yang dinyatakan dalam bentuk kongkrit dan terukur, menentukan target audiens/pemirsa, Menentukan tolak ukur dan tingkat perubahan, dan menentukan jangka waktu untuk mencapai tujuan (Belch, 2004:206)

Menurut Pride dan Ferrell (2009: 432-433), berdasarkan tujuanya  iklan produk (Product Advertising) terdiri dari empat macam, yaitu:

  • Iklan perintis (pioneer advertising), merupakan iklan yang tujuanya untuk merangsang permintaan produk (bukan merek tertentu) dengan menginformasikan pelanggan potensial tentang fitur, kegunaan, dan manfaat produk, jenis iklan ini digunakan bila produk berada dalam tahap perkenalan produk. Misalnya adalah iklan Fruit Tea yang mengiklankan bentuk kemasan barunya.
  • Iklan kompetitif (competitive advertising) atau iklan persuasif, merupakan iklan yang tujuannya untuk mendorong permintaan terhadap merek tertentu dengan mempromosikan fitur merek, penggunaan, keuntungan, dan untuk membuat perbandingan produk secara langsung maupun tidak langsung. Contoh iklan persaingan yang cukup menarik adalah iklan merek Pepsi, Pepsi dan Coca-Cola merupakan dua minuman soda yang bersaing cukup ketat. Kedua merek tersebut sering menampilkan iklan persaingan secara vulgar di Amerika.
  • Iklan pengingat (reminder advertising), merupakan iklan yang tujuanya untuk memberitahu pelanggan tentang keberadaan merek tertentu yang masih berada di sekitar nya dan masih menawarkan karakteristik, penggunaan, dan keuntungan tertentu.
  • Iklan penguatan (reinforcement advertising), merupakan iklan yang tujuanya untuk menjamin pengguna saat ini, bahwa mereka telah memilih merek yang tepat dan memberitahu mereka bagaimana mendapatkan kepuasan maksimal dari merek tersebut.
Reverensi

- E Belch, George dan A Belch, Michael, Advertising And Promotion: An Integrated Marketing Communication Perspective. New York: McGraw-Hill, 2004 
- M. Pride, William, O. C. Ferrell, Foundations Of Marketing. Boston: Houghton Mifflin Company, 2009.

Untuk lebih jelasnya silakan lihat video berikut ini

Berpikir Kreatif · Komunikasi Pemasaran Terpadu · Kreatifitas

5W1H ANALYSIS

Kipling Questions being one of the good problem solvers analysis, which involves thinking investigation. Questions were discovered by Rudyard Kipling in the form of six questions that also referred as analysis (5W + 1H), which consists of several questions as follows:

What?
Who?
Where?
hen?
Why?
How?

Six of these questions can help solve a problem and spark ideas. But sometimes people use or interpret the questions incorrectly, so that the analysis carried out will be not optimal.

The correct applications of six Kipling’s questions is like in this example:

What is the problem?
Who is the audience?
Where these problems occur?
When did this problem occur?
Why does this problem occur?
As well as How can you solve this problem?

With the right questions, the applications will result in a complete analysis of the issues so that the solution will be achieved precisely and efficiently.