Analisis · Animasi · Berpikir Kreatif · Estetika · Ilmu Desain Komunikasi Visual · Jurnal dan Reverensi · Komunikasi · Komunikasi Pemasaran Terpadu

Mengalisis Iklan Televisi Menggunakan Estetika Media Terapan

Berikut ini contoh analisi iklan televisi menggunakan Estetik Media Terapan Herbert Zettl

KAJIAN BENTUK VISUAL IKLAN (STUDI KASUS IKLAN OREO VERSI BAYANGKAN KUBERI OREO SAAT RAMADHAN)

Annas Marzuki Sulaiman

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bentuk visual dalam iklan Oreo versi โ€œBayangkan Kuberi Oreo Saat Ramadhanโ€ di televisi dengan menggunakan pendekatan Estetika Media Terapan. Dari analisis yang telah dilakukan berdasarkan kontekstual visual iklan yang membagi elemen gambarmenjadi lima elemen yaitu: cahaya dan warna, ruang dua-dimensi, ruang tiga-dimensi, waktu/gerakan, dan suara. Iklan Oreo โ€œVersi Bayangkan Ku Beri Oreo Saat Ramadhanโ€ menggambarkan bahwa Oreo sebagai brand yang sangat akrab dengan konsumen, menghadirkan momen Ramadhan yang istimewa dengan saling berbagi menikmati keajaiban dan membangkitkan kembali jiwa kanak-kanak. Pada akhir iklan terdapat adegan yang menunjukkan bahwa iklan Oreo versi ramadhan bagian dari kampanye iklan global yang sudah ada yaitu “Berbagi Keajaiban”. Selain itu, Iklan Oreo Versi Ramadhan ini merupakan jenis pengingat (reminder advertising), tujuannya untuk memberitahu pelanggan tentang keberadaan merek oreo yang menawarkan karakteristik dan penggunaan yang sama.

Selengkapnya dapat dilihat dan didownload di sini :

http://publikasi.dinus.ac.id/index.php/andharupa/article/view/1182

Iklan
Aksara · Analisis · Berpikir Kreatif · Grafika · Hanacaraka · Ilmu Desain Komunikasi Visual · Kreatifitas · Sejarah · Tipografi

HANACARAKA: AKSARA JAWA YANG MULAI DITINGGALKAN

Hingga saat ini tidak banyak orang yang secara khusus mempelajari tentang Aksara Jawa atau Aksara Hanacaraka, sehingga literatur yang secara khusus membahas tentang Aksara Hanacaraka juga sangat sulit untuk dijumpai, bahkan dari literatur yang ada banyak yang ditulis dalam bahasa asing. Padahal keberadaan Aksara Hanacaraka tersebut ikut membantu dalam penelusuran jejak sejarah bangsa Indonesia dan menjadi titik awal perkembangan kesusastraan Nusantara, khususnya kesusastraan Jawa.

 

Untuk artikel lengkap silakan download melalui link berikut ini (PDF)

Animasi · Berpikir Kreatif · Grafika · Ilmu Desain Komunikasi Visual · Jurnal dan Reverensi · Komunikasi · Komunikasi Pemasaran Terpadu · Kreatifitas · Psikologi Persepsi

Desain Komunikasi Visual

Pengertian Desain Komunikasi Visual

Istilah Desain Komunikasi Visual dapat terdiri dari kata Desain dan Komunikasi Visual dengan pengertian sebagai berikut:

Desain pada dasarnya merupakan kebalikan dari kebetulan, desain adalah sesuatu yang direncanakan dengan matang berupa susunan elemen untuk membentuk pola visual
(David dan Stephen: 2008:4)

Komunikasi visual merupakan salah satu bentuk komunikasi melalui bantuan visual, penyampaian ide dan informasi digambarkan dalam bentuk yang dapat dibaca atau dilihat
(David Sless :1981)

Jadi Desain Komunikasi Visual adalah sesuatu yang direncanakan dengan matang berupa susunan elemen pola visual yang dapat dibaca atau dilihat untuk menyampaian ide dan informasi.

Perkembangan Desain Komunikasi Visual

Desain Komunikasi Visual merupakan cabang ilmu Seni Rupa yang berinduk lagi pada ilmu seni……

index

pada perkembanganya Seni Rupa dipecah lagi menjadi tiga bidang seni yaitu Seni Rupa Murni, Seni Rupa Kriya, dan Seni Rupa Terapan.

annasms
Pada Bidang Seni Rupa Terapan telah berkembang lagi menjadi beberapa ilmu baru antara lain, yaitu Ilmu desain yang terdiri dari Desain Interior, Desain Komunikasi Visual/Desain Grafis, Desain Produk, Desain tekstil dan beberapa kembangan ilmu lain yang belum tercantum disini….

annasmarzuki

Desain Komunikasi Visual juga sangat berkaitan dengan bidang ilmu yang lain sehingga Ilmu Desain Komunikasi Visual menjadi sangat berkembang dan fleksibel mengikuti perkembangan jaman. Namun hal tersebut terkadang juga menyebabkan terjadinya kerancuan dalam taksonomi keilmuanya. Berikut ini gambaran kaitan antara bidang ilmu Desain Komunikasi Visual dengan ilmu-ilmu yang lain.

annas-marzuki
Berdasarkan gambaran kaigambaran kaitan antara bidang ilmu Desain Komunikasi Visual dengan ilmu-ilmu yang lain tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa ilmu desain komunikasi visual adalah ilmu yang mempunyai “masa depan yang sangat cerah”. Karena Ilmu ini terus berkembang mengikuti kemajuan jaman dengan bidang cakupan yang semakin luas….. ๐Ÿ™‚

Ilmu Desain Komunikasi Visual · Komunikasi Pemasaran Terpadu

Segmentasi pasar

Segmentasi pasar adalah proses membagi konsumen menjadi kelompok-kelompok yang berbeda, di mana pelanggan dengan karakteristik serupa memiliki kebutuhan yang sama

Secara umum jenis Segmentasi Pasar terdiri dari segmentasi Demografis;ย Geografis; Psikografis; Perilaku (Behaviour) dengan penjabaran sbb:

1. Segmentasi Demografis;

Pendekatan Segmentasi Demografi adalah membagi pasar berdasarkan karakteristik umum pelanggan dan konsumen.

Contoh:

Gender ย ย  : Pria; perempuan
Umur ย ย  ย  : Dibawah 6 thn; 6-11 thn; 12-17 thn; 18-24 thn; 25-34 thn; 35-44 thn;
Ras ย ย  ย ย ย ย  : Afrika-Amerika; Asia; Hispanik; Putih / Kaukasia; dan lain-lain

2. Segmentasi Geografis;

Pendekatan Segmentasi Geografis adalah membagi pasar menjadi unit geografis yang berbeda

Contoh:

Wilayah ย  : Indonesia; Jawa Timur; Sumatra Selatan; Semarang Barat; dan lain-lain

3. Segmentasi Psikografis;

Pendekatan Segmentasi Psikografis adalah membagi pasar berdasarkan dimensi psikologis konsumen

Contoh:

Gaya hidup/Lifestyleย (Claritas) : Opini; hobi; ketertarikan; dan lain-lain

4. Segmentasi Perilaku (Behaviour)

Pendekatan Segmentasi Behavioristik adalahmembagi konsumen ke dalam kelompok berdasarkan penggunaan, loyalitas, atau pembelian terhadap suatu produk/merek

Contoh:

Status penggunaย  : non-pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali, pengguna biasa, atau bekas pengguna dan lain-lain

Ilmu Desain Komunikasi Visual · Komunikasi Pemasaran Terpadu

5W+1H ANALYSIS

Kipling Questions being one of the good problem solvers analysis, which involves thinking investigation. Questions were discovered by Rudyard Kipling in the form of six questions that also referred as analysis (5W + 1H), which consists of several questions as follows:

What?
Who?
Where?
When?
Why?
How?

Six of these questions can help solve a problem and spark ideas. But sometimes people use or interpret the questions incorrectly, so that the analysis carried out will be not optimal.

The correct applications of six Kipling’s questions is like in this example:

What is the problem?
Who is the audience?
Where these problems occur?
When did this problem occur?
Why does this problem occur?
As well as How can you solve this problem?

With the right questions, the applications will result in a complete analysis of the issues so that the solution will be achieved precisely and efficiently.